Inilah 'Lokasi Rahasia' Tempat Makan Termurah di Singapura yang Jarang Diketahui


Daftar Artikel Terbaru Lainnya 
Tersembunyi di bawah parkir terminal dan terselip di ujung koridor suram bandara Singapura, di sanalah rahasia terbaik disimpan: kantin para staf.



Dunia seakan terpisah. Di atasnya ada kolam renang dan kebun dengan bunga warna-warni. Sementara, di bawahnya, berjejer kedai sajian makanan paling enak dan paling murah.

Tidak hanya termurah dalam bandara saja, namun di seantero Singapura.

Namanya terdengar seperti tipu muslihat: kantin untuk staf bandara Changi. Namun, nyatanya, buka untuk umum. Makanan yang disajikan sangat otentik dan lezat tanpa embel-embel pajak mahal. Akibatnya, keberadaan tempat makanan itu telah menjadi rahasia umum bagi para turis backpacker.

Namun, untuk pergi ke sana, tak mudah, dan sengaja memang untuk dibuat begitu.

Kantin itu sengaja dibuat untuk para pekerja bandara mewah dan paling banyak memenangkan penghargaan kelas dunia. Tempatnya nyaman, terpencil dan tak terpampang dalam peta di bandara itu.

Hanya mereka yang punya 'mata tajam' yang bisa menemukan tanda 'kantin untuk staf' yang berada di terminal 1 dan 2. Untuk memudahkan, cari saja lift dan pergi ke lantai bawah.

"Lokasi tempat makan itu sebenarnya area umum di bandara, karena tidak semua staf punya akses ke area tertentu," kata Ivan Tan, wakil senior komunikasi dari Bandara Internasional Changi, seperti dilansir dari CNN, Rabu (16/3/2016).

Ia menambahkan, kantin itu secara teknik diperbolehkan bagi masyarakat umum semenjak di bangun pada 1981 di terminal 1 dan 1991 di terminal 2. Hanya saja, bandara menyadari bahwa tempat makan itu sudah populer di kalangan penumpang.

Moritz Rossmanith, warga Singapura sekaligus blogger khusus wisata mengatakan, "Aku mendengar tentang kantin itu di terminal dua dari mulut ke mulut."

"Makan di situ seperti menyusuri jalan kenangan bagaimana tempat makan Singapura di masa lalu. Baik itu harganya, rasanya dan desainnya yang retro. Makan di Singapura sekarang mahal dan glamor," tambah Moritz.

"Bandara biasanya menyajikan makanan yang sama sekali tidak mewakili negara itu,... namun kantin staf sangat berbeda. Mereka menyajikan makanan lokal yang otentik," ujarnya.

Dua kantin itu sangat populer.

"Bahkan banyak keluarga lokal, dan penggila makan sengaja datang ke bandara hanya untuk makan di situ," timpal Tan.

Tan juga menjelaskan pihak bandara mengontrol jenis makanan yang disajikan oleh kedai-kedai di tempat makan itu. Hal itu dilakukan untuk memastikan makanan seluruh pekerja dari berbagai kebangsaan terpenuhi. Selain itu, para staf juga dipastikan mendapatkan harga yang murah.

Makanan halal, vegetarian, Korea, Vietnam, Malaysia, China, Barat, dan tentu saja khas Singapura ada di situ.

Ruangan dalam kantin itu sangat berbeda dengan restoran di bandara. Makanan disajikan di atas piring kertas, alat makan dari plastik dan berwarna-warni dan tidak ada pendingin udara.

Seperti makanannya, pelanggannya pun bervariasi. Ada polisi, staf keamanan, tukang bersih-bersih, hingga pramugari, pilot, bahkan turis tajir yang menenteng tas buatan perancang terkenal.

Tan juga menjelaskan makanan paling favorit adalah roti prata, sup makarel Taiwan, nasi padang, dan mie goreng udang ala Hokian.

Untuk orang umum, harga yang mereka bayarkan berkisar US$ 1,4 hingga US$ 3. 









sumber | republished by Hey Unik !




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top