Wah, Pencipta Bitcoin yang Misterius Masuk Nominasi Nobel


Daftar Artikel Terbaru Lainnya 
Setiap tahunnya, penghargaan Nobel diberikan pada mereka yang berhasil menyumbangkan ilmu pengetahuan luar biasa di segala bidang. Menariknya, untuk Nobel Ekonomi tahun depan, salah satu nominasi diberikan pada penemu Bitcoin. Siapa dia?



Jika Anda meng-googling 'penemu Bitcoin', nama Satoshi Nakamoto akan muncul di daftar teratas pencarian. Ya, sosok Satoshi diakui secara luas sebagai penemu dari mata uang digital tersebut.

Di tahun 2008, Satoshi menerbitkan sebuah makalah yang menguraikan konsep, dan menulis perangkat lunak asli yang mendasari kemunculan Bitcoin. Tidak salah bila Profesor Ekonomi di University of Chicago, Bhagwan Chowdhry, dari mencalonkan Satoshi untuk menerima Hadiah Nobel di bidang Ekonomi tahun 2016, Gizmodo (09/11).

Akan tetapi, sosok Satoshi Nakamoto menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini. Sebab, nama 'Satoshi Nakamoto' adalah nama samaran. Meskipun ada upaya penelitian dan pencarian siapa sebenarnya Satoshi, tetap tidak ada yang tahu apa-apa tentangnya.

Fakta tersebut juga sudah disadari sebelumnya oleh Profesor Chowdhry yang memang ditunjuk langsung oleh organisasi Nobel untuk menominasikan seseorang sebagai calon peraih Nobel Ekonomi.

"Aku sangat serius mencalonkan Satoshi Nakamoto untuk penghargaan itu. Penemuan Bitcoin, mata uang digital, tidak lain adalah sebuah revolusi," ungkap Profesor Chowdhry kepada Huffington Post beberapa bulan lalu.

Tidak ada persyaratan yang melarang pemberian Nobel untuk orang yang tidak dikenal (satu atau sekelompok orang), namun hal ini diprediksi bakal menyulitkan komite Nobel mengatur nominasi nantinya. Terlepas dari itu, kelahiran Bitcoin sendiri adalah pencapaian besar yang bisa merubah dunia ekonomi untuk selamanya.




sumber | republished by Halo Unik !




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top