Tindakan Kapolres Cianjur Ini Dipuji Luar Biasa


Daftar Artikel Terbaru Lainnya 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia mecapai 28,59 juta jiwa atau 11,22 persen dari total populasi. Angka tersebut bertambah 860 ribu orang dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin September 2014 yang tercatat 27,73 juta jiwa atau 10,96 persen dari populasi.

Kalau di kumpulkan di stadion utama senayan Jakarta, butuh 280 stadion untuk menampung orang miskin tersebut. Jangankan 28 juta orang, ada 1 juta orang miskin saja, sudah banyak. Anda akan menemukan orang miskin di manapun. Dan melihat kemiskinan di mana-mana Itu fakta.

Seperti kasus kemiskinan yang dialami oleh keluarga Pak Andun Suherman dan Istrinya Iyah di Cianjur, Jawa Barat. Andun hidup bersama istri dan tujuh orang anaknya di sebuah gubuk reyot yang tak layak huni.

Saking miskinnya keluarga tersebut, sampai-sampai ia tak mampu lagi membeli makanan untuk tujuh orang anaknya. sehingga Iyah sang istri terpaksa harus pura-pura memasak batu lantaran tidak punya beras.

kapolres guntur bantu ibu masak batu riyadh resolusi hellopet 1Keluarga miskin via Detik

Tujuan dari memasak batu tersebut hanya untuk menunggu putrinya tidur, sekaligus melepas rengekan tangisannya anak-anaknya karena lapar.

Sampai pada akhirnya kisah keluarga miskin ini terdengar oleh Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu. Merasa iba dengan keluarga miskin tersebut, Guntur segera memberi bantuan mulai dari urusan makan hingga tempat tinggal.



“Kisah itu disampaikan melalui rekan saya, saya terlonjak tak percaya. Rekan saya itu bilang jika suatu malam ada anak tetangganya yang kelaparan kemudian sang anak merengek minta makan. Ketika rekan saya datang sambil bawa makanan ternyata si anak yang merengek-rengek itu sudah tidur, ketika dilihat lebih jelas oleh rekan saya itu ternyata ibunya lagi pura-pura masak makanan yang direbus padahal makanan itu cuma batu biasa. Biar dikira masak makanan,” kata AKBP Guntur sebagaimana di beritakan detik.com

kapolres guntur bantu ibu masak batu riyadh resolusi hellopet 1Keluarga miskin via Detik

Tak hanya itu, untuk urusan tempat tinggal, Guntur bersama para donatur mengupayakan pembangunan rumah, Guntur juga melakukan pendekatan kepada si pemilik tanah agar merelakan sebidang kecil tanahnya yang kini menjadi menjadi tempat tinggal satu-satunya, sebuah gubuk reyot, untuk Andun dan keluarganya.

Sebagai imbalan untuk si Pemilik tanah adalah mendapatkan imbalan tanahnya disertifikat seluruhnya oleh Guntur, yang tentunya mendapat dukungan dari Kepala BPN Cianjur.

“Alhamdulillah, sekarang Pak Andun sudah punya rumah layak, semoga kondisi tenpat tinggal yang sekarang memotivasi dirinya untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik,” imbuh Guntur.



Bersama donatur Guntur akan memikirkan masa depan keluarga miskin itu. Apalagi ada tujuh anak yang semuanya perempuan. Yang paling besar usianya 11 tahun. Guntur juga mengatakan bahwa pekerjaan Pak Andun hanyalah serabutan, membantu warga sekitar.

“Beberapa minggu sekali kami tengok, kami beri bantuan makanan,” urai Guntur.

Kisah ini mirip dengan cerita Sayidina Umar bin Khattab. Saat kepemimpinan Islam di bawah ke-khalifahan Umar, umat muslim sempat dilanda musim kering yang cukup lama.

Tentu Guntur bukanlah Sayidina Umar. Namun usaha Guntur membantu kaum duafa mengingatkan kembali pada kisah Pemimpin Umar ketika membantu seorang ibu yang sedang memasak batu untuk mengembirakan hati anak-anaknya yang kelaparan.


Meski demikian Kapolres berhati lembut ini tak ingin disejajarkan dengan Sayidina Umar. Dia mengatakan melakukan hal tersebut sebab panggilan hati nurani.

Begitulah seharusnya seorang pemimpin yang senantiasa peduli dengan orang-orang yang berada di wilayah kepemimpinannnya.

Bagaimana menurutmu? Bagikan kisah memilukan ini, semoga makin banyak orang yang rela menolong dan menjadi donatur bagi keluarga Pak Andun.



sumber | republished by Halo Unik !




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top