Sosok di balik Pembuatan Pesawat N219




Sosoknya sangat bersahaja. Pria 46 tahun ini dengan ramah melayani setiap permintaan wawancara yang diajukan oleh para wartawan di sela sela acara syukuran atas pencapaian tahap validasi rekayasa rancang bangun struktur pesawat N219 di Hanggar PT DI, Kota Bandung, Kamis (12/11).



Dialah Palmana Bhanadhi, chief engineer dalam proses pembuatan pesawat N219. Dialah yang mengomandoi seluruh proses pembuatan pesawat dari tahap awal masih berbentuk desain hingga berbentuk pesawat jadi.

Palmana menuturkan selama proses pembuatan pesawat ini banyak pengalaman berkesan yang Ia dapatkan. Alasannya pesawat inilah yang dalam pengerjaannya dibuat oleh insinyur-insyur Indonesia.

Sosok Palmana sudah tak asing di kalangan para insinyur PT DI. Sejak bergabung dengan PT DI pada tahun 1994, dirinya telah banyak terlibat dalam proyek pembuatan pesawat.

"Saya masuk PT DI tahun 1994, di situ terlibat di N250. Terus tahun 2003-2007 ditugaskan sebagai chief operation di project NC212 maritim patrol punya angkatan laut. Pesawat yang dilengkapi dengan mission system ada radar, kamera," ujar Palmana kepada Merdeka.com.

Palman juga terlibat untuk untuk mengerjakan modifikasi pesawat CN235 milik angkatan udara Turki ke MPA (Maritime Patrol Aircraft) . Sejak 2007 akhir dia berada di Turki bertindak sebagai system engineering engineer dan chief operation di project kerjasama PT DI dengan Thales Perancis ini.

Baru pada akhir tahun 2008, Palmana ditarik pulang ke Indonesia. Saat itu PT DI memenangkan kontrak tender 4 pesawat dengan Korea Selatan.

"Saya ditarik pulang untuk mimpin yang CN-235 korean coast guard kira-kira selesai tahun 2012. Kemudian saya diminta masuk ke N219," kata Pria asal Tegal kelahiran
7 November 1969 ini.

Dari semua proyek pembuatan pesawat yang dikerjakan oleh Palmana, pesawat N219 lah yang paling berkesan. Bukan tanpa alasan konsep pesawat ini telah lama dirancang oleh para engineer PT DI. Terlebih lagi PT DI sempat mengalami pasang surut .

"Pesawat N219 yang membuat saya paling berkesan dari beberapa projek yang saya tangani. Ini satu pesawat yang selama bertahun-tahun hanya melihat gambar saja, tahun ini alhamdulillah temen temen sukses melihat fisik utuhnya," ungkap alumnus UGM Teknik Elektro angkatan 1989 ini.

Satu hal yang membuatnya paling berkesan, karena semua anggota tim yang terlibat adalah para insinyur-insinyur Indonesia. Dalam pembuatan pesawat N219 ini kata dia dibuat tanpa dibantu technical assistant.

Palmana menampik jika ini hasil buah karyanya, melainkan hasil dari seluruh anggota tim yang terlibat. "Ini hasil karya kita sendiri. Ini hasil karya temen-temen, bukan saya. Saya hanya mengorganize temen temen, karena yang bekerja adalah temen temen saya. Hampir 200 orang ada di belakang saya. Mereka sangat puas karena ini hasil karya mereka sendiri. Mereka mesti membuat keputusan sendiri, berpusing pusing ria sendiri tanpa harus dibantu. Akhirnya Inilah kepuasan tersendiri. Melihat hasil desainnya terwujud seperti ini," ungkapnya.

Ke depan, dia berharap ada regenerasi dari para insinyur pesawat terbang di tanah air. Sebab kualitas para insinyur di tanah air tidak kalah dengan para insinyur dari luar negeri.

"Enginer Indonesia itu qualified. Buktinya teman-teman kami yang ada di luar negeri itu sudah established dan dipercaya, sebenarnya kita mampu. Tinggal bagaimana kita diberi kepercayaan," ujar dia menandaskan.




sumber | republished by Halo Unik !




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru
Flag Counter
Home | Mobile | Facebook | Twitter | Tumblr | Pinterest