Gara-gara Kelelahan, Artis Cantik Ini Ketiduran di Trotoar Sarinah




Selama delapan hari di bulan November 2015, Tara Basro menjalani syuting film A Copy of My Mind di kawasan Kota Tua hingga Glodok, Jakarta Barat, dan Sarinah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Meski hanya sepekan lebih satu hari, syuting film itu sangat melelahkan.



"Tara sampai tertidur di trotoar. Saya punya foto pas dia tidur di trotoar," kata sutradara film A Copy of My Mind, Joko Anwar, tersenyum di sela obrolannya di Lounge XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2015.

Tara yang sekarang berambut pendek ini coba mengingat cerita Joko dan kemudian tersenyum. "Memang capek banget pas syuting. Eh sampai ketiduran di jalanan depan Sarinah," ucap Tara yang sebelumnya pernah berakting film Make Money dan Filosofi Kopi ini.

Tidak hanya tertidur di trotoar, Tara bahkan menyantap mi instan di sela proses pengambilan gambar film tersebut. Meski melelahkan dan penuh perjuangan, dara kelahiran Jakarta, 11 Juni 1990 ini begitu senang dan sangat menikmati setiap pengerjaan film tersebut.

Di antara sejumlah lokasi syuting itu, kawasan Glodok adalah tempat paling susah dijalani Tara. 

"Syutingnya harus diam-diam, dan harus siap mati banget selama di sana. Nggak boleh ada kamera dan sangat menegangkan," ucap Tara yang juga berakting film Pendekar Tongkat Emas ini.

Bersama Chicco Jerikho dan Joko, serta kru yang sangat terbatas, Tara tetap coba menjalani syuting di Glodok yang penuh ketegangan itu. 

"Jadinya terlihat lebih real malahan. Nggak kayak orang lagi akting," ucap Tara yang puas melihat hasil akhir film A Copy of My Mind.

"Senangnya kalau main film itu lebih ke emotional feeling. Kalau ditawari bermain film, tetapi nggak senang, ya percuma. Senang dulu yang penting," ujar perempuan bernama asli Andi Mutiara Pertiwi Basro ini tersenyum.

Joko terpaksa menggunakan dana terbatas saat membuat film yang katanya pendek itu. Modal pertama Rp140 juta, didapatkan dari hadiah ikut festival film. Jumlah tersebut sangat tak mungkin untuk membuat film pendek di masa sekarang. Joko lalu mendapat bantuan Rp100 juta.

Joko beruntung, karena ada pinjaman kamera dari Timeless Equipment tanpa lampu. "Lampunya dari Allah. Saya juga dibantu Rooftop Sound untuk sound-nya," kata Joko.

Semula, film itu akan dirilis Agustus 2015. Namun, niat itu diurungkan setelah A Copy of Mind diterima di Venice Film Festival.

Perjuangan Joko, Tara, Chicco, dan pemain film lainnya terbayarkan setelah mendapatkan tujuh nominasi di Festival Film Indonesia (FFI) 2015. Sebelumnya, film ini juga diputar di Contemporary World Cinema Section of The 2015 di Toronto International Film Festival, Busan International Film Festival, dan Venice International Film Festival.

A Copy of My Mind menceritakan sepasang kekasih, Sari (Tara) dan Alex (Chicco), yang bekerja sebagai karyawan salon dan penjual DVD bajakan. Tanpa sengaja, mereka menemukan DVD berisi rekaman tindak kejahatan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi dan seorang capres.




sumber | republished by Halo Unik !




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru
Flag Counter
Home | Mobile | Facebook | Twitter | Tumblr | Pinterest