Para Peserta Capres-Cawapres Yang Gagal Pada Pilpres Indonesia


Daftar Artikel Terbaru Lainnya 


Saat ini negara tercinta kita sedang hiruk pikuk akan diselenggarakannya pesta demokrasi, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin negeri ini selama lima tahun kedepan.

Sebelum resmi menjadi Capres-Cawapres, para politikus sebelumnya sudah melakukan "promosi'' atau dalam istilah politiknya "mensosialisasikan'' diri sebagai Presiden Indonesia. Namun malang tidak dapat dihindari, usaha yang dilakukan tidak berbuah untung. Impian menjadi Capres gagal sudah.

Lain pula halnya dengan politikus yang berhasil "menyambang'' gelar Capres-Cawapres. Setelah berhasil ke babak final, dan dan menjadi pemain pada pertandingan seru dalam merebutkan Kursi No 1 RI terpaksa menelan kenyataan pahit, yaitu tersingkirnya oleh lawan yang kuat.

Betewe, inilah para politkus yang gagal menjadi Capres-Cawapres pada Pilpres 2004-sekarang..

1. Pilpres 2004

Spoiler for 2004:
Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004 diselenggarakan untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009. Pemilihan umum ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia.
Pemilihan umum ini diselenggarakan selama 2 putaran, dan dimenangkan oleh pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Spoiler for cek:


Quote:Pada Pilpres tahun tersebut, sebanyak 6 pasangan calon mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum yaitu:
1. K. H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim (dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa)
2. Prof. Dr. H. M. Amien Rais dan Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo (dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional)
3. Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.Sc. (dicalonkan oleh Partai Persatuan Pembangunan)
4. Hj. Megawati Soekarnoputri dan K. H. Ahmad Hasyim Muzadi (dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
5. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (dicalonkan oleh Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia)
6. H. Wiranto, SH. dan Ir. H. Salahuddin Wahid (dicalonkan oleh Partai Golongan Karya)

Dari keenam pasangan calon tersebut, pasangan K. H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim tidak lolos karena berdasarkan tes kesehatan, Abdurrahman Wahid dinilai tidak memenuhi kesehatan.


Pemilu putaran pertama diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2004, dan diikuti oleh 5 pasangan calon. Berdasarkan hasil pemilihan umum yang diumumkan pada tanggal 26 Juli 2004, dari 153.320.544 orang pemilih terdaftar, 122.293.844 orang (79,76%) menggunakan hak pilihnya.


Dari pemilu putaran pertama tersebut, tak satupun dari peserta yang memperoleh hasil suara lebih dari 50 persen. Hasil perolehan suara dapat di lihat pada gambar berikut:
Spoiler for buka :

Karena tidak ada satu pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50%, maka diselenggarakan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua, yakni SBY-JK dan Mega Hasyim. Pemilihan umum putaran kedua.
Spoiler for cek:

Pada pemilu putaran kedua inilah mengantarkan pasangan Capres-Cawapres SBY- JK menjadi pemimpin negeri ini selama lima tahun, dengan hasil perolehan suara sebanyak 69.266.350 atau 60,62%.

Dengan hasil tersebut maka pasangan K. H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim menduduki urutan pertama sebagai peserta capres-cawapres yang gagal pada pilpres indonesia, kemudian di susul oleh pasanganDr. H. Hamzah Haz-H. Agum Gumelar, Wiranto - Salahuddin Wahid, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, dan Megawati Soekarnoputri - Hasyim Muzadi

2. Pilpres 2009

Spoiler for 2009:
Pilpres Capres-Cawapres tahun 2009 diselenggarakan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2009-2014. Pemungutan suara diselenggarakan pada 8 Juli 2009.
Spoiler for cek:

Pilpres ini diikuti oleh pasangan SBY-Boediono, Megawati-Prabowo, dan JK-Wiranto. Pilpres ini dilaksanakan satu putaran, karena perolehan suara pasangan SBY-Boediono mencapai 60,80% atau 73.874.562 suara. Dengan demikian SBY-Boediono menang telak mengalahankan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto.

Hasil perolehan suara pilpres tersebut dapat di lihat pada gambar di bawah ini :
Spoiler for cek:



Melihat hasil perolehan suara maka JK-Wiranto menempati urutan pertama sebagai Capres-Cawapres yang gagal pada Pilpres di Indonesia, kemudian di susul oleh pasangan Megawati-Prabowo.

3. Pilpres 2014
Spoiler for 2014:
Spoiler for cek:

Setelah 10 tahun memimpin negeri ini, akhirnya tahta yang selama ini dijabat oleh SBY harus di serahkan kepada orang lain. Saat ini belum bisa dipastikan apakah pasangan Jokowi-JK yang akan menduduki kursi nomor 1 Indonesia itu atau pasangan Prabowo-Hatta. Kita tunggu dan lihat hasilnya setelah pilpres pada Juli mendatang.

Meskipun demikian, sebelum Pilpres di gelar, Indonesia sudah hiruk pikuk dengan para politikus yang ''mensosialisaikan diri'' sebagai capres Indonesia periode 2014-2019. Namun, malangnya para politikus ini harus menelan pil pahit untuk menduduki kursi No. 1 yang menjadi rebutan ini.

1. Gita Wirjawan
Spoiler for si tampan:


Siapa sih yang tidak kenal dengan pria yang akrab di sapa Gita ini. Wajahnya yang ganteng, dan manis begitu lekat di wajah para ibu-ibu . Bahkan waja pak Gita ini sering wara-wiri dan terpampang nyata di forum Kaskus.

Pengusaha asal Indonesia dan juga Menteri Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu II ini, rela melepas jabatan demi fokus menjadi Capres.

Gita Wirajawan ini merupakan satu di antara politkus yang getol mensosialisasikan diri sebagai Capres Indonesia, maka tak heran, jika rakyat dunia maya sering melihat foto beliau nangkring di iklan FB, situs berita online, twitter, dan juga kaskus. Meskipun getol mensosialisasikan diri, gagal menjadi capres merupakan kenyataan pahit yang harus diterima pak Gita yang caem ini..

2. Abu Rizal Bakrie alias ARB, alias Ical

Spoiler for cek:

Pak ARB ini seorang pengusaha sekaligus Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Beliau ini pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Pak ARB ini juga termasuk politkus yang getol mensosialisaikan diri sebagai Capres. Pemilik media massa telivisi merah dan berita online inipun sering nongol di iklan tv maupun situs berita online miliknya. Meskipun demikian, malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih, beliau gagal menjadi capres. Nasib malang tersebut dimulai sejak pemilu legislatif yang perolehan suara Golkar jauh dari target, dan terakhir dalam menjalin koalisi, Golkar gagal menempatkan kadernya sebagai capres maupun cawapres.

3. Wiranto-HT
Spoiler for cek:

Nah pak Wiranto dan Hari Tanoe ini yang paling getol dalam mensosialisaikan diri sebagai pasangan Capres-Cawapres. Pasalnya mulai dari iklan, kuis, hingga main sinetron (lewat dikit sih) dilakoni sama Ketua partai Hanura ini. Namun sayangnya, nasib berkata lain, pasangan yang telah mendeklarasikan diri sebagai Capres-Cawapres ini pun akhirnya gagal.

Saat ini yang sedang berlaga di pilpres 2014 adalah pasangan Prabowo-Hatta dengan nomor urut 1 dan pasangan Jokowi-JK dengan nomor urut 2.  sama-samalah kita tunggu hasilnya nanti, semoga pilpres ini berjalan damai, lancar, dan tidak saling menjelekan dan menjatuhkan..
''Kita boleh semangat, kita boleh yakin dengan diri kita, tapi tidak dengan menjelek-jelekkan orang lain,” - Prabowo Subianto








http://www.kaskus.co.id/thread/539db42a12e257141b8b46ba/para-peserta-capres-cawapres-yang-gagal-pada-pilpres-indonesia/| digali.blogspot.com




ARTIKEL TERKAIT

heyunik.blogspot.com - yang unik, emang asyik ! :)

Daftar Artikel Terbaru Lainnya 

" Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Alquran, Surat : al-Isra ayat 36)

Back to Top